
Satu minggu setelah Jakarta, semangat yang sama menyala di ujung barat Indonesia. Dermaga Belawan, Medan, pada 6 April 2026 menjadi panggung bagi sepuluh UMKM pilihan dari Sumatera Utara dan sekitarnya — memperkenalkan kekayaan produk lokal kepada masyarakat dan para delegasi internasional yang singgah dalam rangkaian ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026.
Dipilihnya Dermaga Belawan bukan tanpa alasan. Sebagai gerbang maritim utama Sumatera Utara, pelabuhan ini setiap harinya dilalui ribuan orang dari berbagai daerah dan negara. PT. Kirab Inti Korpora selaku penyelenggara melihat potensi ini dan mengubahnya menjadi ruang promosi yang strategis — tempat di mana produk UMKM lokal bisa berjumpa langsung dengan audiens yang jauh lebih luas dari pasar biasanya.
Stand-stand pop-up berdesain modern berdiri di area dermaga: enam unit tenda Sarnafil 3×3 meter dengan branding fascia name pavilion, manekin full body, clothing rail, dan photobooth 3×6 meter. Dukungan teknis lengkap — lighting, genset 60 KVA, mesin EDC, fotografer, videografer, dan drone — memastikan setiap produk tampil maksimal dan terdokumentasi dengan baik.

Sepatu Lokal Berusia Puluhan Tahun, Masih Kuat Melangkah
Kategori alas kaki menghadirkan dua nama yang sudah teruji waktu. Kotama Shoes berdiri sejak 1989 — lebih dari tiga dekade memproduksi sepatu kulit formal, sepatu dinas, dan sepatu kain untuk kebutuhan sehari-hari. Yang membuat mereka istimewa: layanan sepatu custom yang melayani individu hingga institusi seperti sekolah dan organisasi. Ketika brand impor datang dan pergi, Kotama tetap bertahan karena kepercayaan pelanggan setianya.
Dari Pematang Siantar, Legendary by Naga Shoes hadir dengan reputasi yang sesuai namanya. Sepatu formal dan kasual buatan pengrajin lokal berpengalaman ini dikenal karena jahitan yang rapi, konstruksi yang kuat, dan kenyamanan yang tahan lama — bukti bahwa kualitas tak harus bergantung pada merek asing.

Tenun Sumatera: Warisan Tangan yang Tak Ternilai
Tiga brand wastra tampil memukau dengan kain-kain yang dikerjakan secara manual oleh pengrajin lokal. Raki Tenun membawa wastra premium khas Sumatera Utara yang diproduksi menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) — kain tenun, busana siap pakai, dan aksesoris etnik dengan bahan yang ringan, halus, dan berwarna khas daerah.
Galeri Tenun Simanjuntak menghadirkan kain ulos dan wastra khas Sumatera Utara yang ditenun tangan oleh pengrajin lokal. Koleksi mereka — mulai dari kain ulos, busana ready to wear, tas, hingga aksesoris etnik — membuktikan bahwa nilai tradisional bisa hidup berdampingan dengan sentuhan desain yang modern.
Melengkapi trio wastra, Rohani Tenun Batik menggabungkan teknik tenun dan batik dalam satu rumah produksi. Setiap kain, scarf, tas, dan dompet yang mereka hasilkan menyimpan motif budaya yang kaya — perpaduan teknik tradisional dengan pendekatan desain kontemporer yang membuatnya relevan di pasar masa kini.
Desainer yang Memberi Nyawa pada Wastra Lokal
Zul Said bukan sekadar menjual kain — ia mengubah wastra Sumatera Utara menjadi busana yang bisa dipakai dengan bangga. Kemeja, jaket, outer, vest, coat, dan suit dari tangannya menampilkan material berkualitas dengan pengerjaan yang detail. Setiap jahitan adalah pernyataan bahwa budaya lokal layak hadir di acara formal, pertemuan bisnis, maupun panggung internasional.

Kuliner Medan: Dari Kue Premium hingga Rambutan yang Jadi Minuman
Sumatera Utara terkenal dengan cita rasa kulinernya yang khas, dan empat brand ini membawa keharuman itu ke Dermaga Belawan.
Kisah Cookies menghadirkan kue kering premium handmade — Almond Chocolate Cookies, Toast Crunch, dan Brownies Cookies — dengan sertifikasi halal dan kemasan eksklusif. Cocok untuk konsumsi sehari-hari, hampers, maupun oleh-oleh acara formal, produk ini membuktikan bahwa industri kue rumahan pun bisa tampil sekelas brand premium.
Dari sudut lain, aroma kopi mengundang pengunjung ke stan Otodit Kopi. Berdiri sejak 2017, kedai kopi Medan ini menyajikan biji kopi pilihan Gayo blend (Arabika & Robusta) dalam bentuk espresso, manual brew, dan minuman non-kopi — kualitas konsisten yang sudah membangun basis pelanggan setia selama hampir satu dekade.
Yang unik, Royyan menghadirkan inovasi dari buah yang selama ini jarang diolah: rambutan. Sirup rambutan khas Sumatera Utara dengan cita rasa manis seimbang dan aroma segar ini dibuat dari resep autentik dengan bahan alami, dikemas modern. Produk yang berhasil mengangkat potensi buah lokal menjadi oleh-oleh bernilai tinggi.
Menutup daftar kuliner, Kriken membawa keripik kentang premium tiga varian rasa: original, balado, dan teri khas Medan. Tekstur renyah dengan cita rasa yang langsung menggoda — camilan sehari-hari yang juga jadi incaran oleh-oleh siapa pun yang berkunjung ke Medan.

Sumatera di Mata Dunia
Pameran di Dermaga Belawan menjadi cermin dari kekayaan yang selama ini tersimpan di Sumatera Utara — dari keahlian menenun yang diwariskan turun-temurun, keterampilan merajut kulit menjadi sepatu berkualitas, hingga kreativitas mengolah bahan lokal menjadi produk bernilai ekspor.
APCS 2026 memberi panggung yang tepat. Dan para pelaku UMKM Sumatera membuktikan bahwa mereka lebih dari siap untuk berdiri di atasnya — menjangkau pasar yang selama ini hanya bisa diimpikan.





