Dermaga Kolinlamil, Jakarta, menjadi saksi momen bersejarah pada 30 Maret 2026. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pelabuhan militer bergengsi, sepuluh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia tampil percaya diri memamerkan produk terbaik mereka kepada ribuan pengunjung — termasuk para kadet dan delegasi dari berbagai negara ASEAN yang hadir dalam rangkaian ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026.
Kegiatan Promosi UMKM pada Infrastruktur Publik ini diselenggarakan oleh PT. Kirab Inti Korpora sebagai bagian dari agenda internasional bergengsi APCS 2026. Momentum ini sengaja dipilih untuk memberi panggung seluas-luasnya bagi produk lokal Indonesia agar bisa menjangkau audiens global — sesuatu yang jarang bisa dilakukan pelaku UMKM secara mandiri.
Seluruh stand dirancang dengan konsep showcase pop-up yang modern dan interaktif. Enam unit tenda Sarnafil berukuran 3×3 meter berdiri rapi dengan branding fascia name pavilion yang apik, dilengkapi manekin full body, clothing rail, dan area photobooth berukuran 3×6 meter. Dukungan teknis mulai dari lighting set, genset 60 KVA, mesin EDC, hingga tim fotografer, videografer, dan drone memastikan setiap momen terabadikan dengan sempurna.

Kuliner Sehat hingga Kopi Legendaris
Di sektor kuliner, Ladang Lima hadir dengan tawaran yang berbeda dari yang biasa. Produk pangan bebas gluten berbahan singkong — mulai dari tepung mocaf, tepung premix, cookies, pasta, hingga mie sehat — menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang peduli gaya hidup sehat. Semua produk telah bersertifikasi halal dan BPOM, sekaligus membuktikan bahwa bahan baku petani lokal pun mampu bersaing di pasar modern.
Aroma kopi menguar dari stan Kopi PIT Indonesia, brand legendaris yang berdiri sejak 1935 dari Purworejo, Jawa Tengah. Hampir satu abad beroperasi, resep tradisional turun-temurun mereka tetap terjaga — menghadirkan cita rasa yang konsisten dan autentik di setiap seduhan.
Tak kalah menarik, Cuan-Qi membuktikan bahwa makanan khas Indonesia bisa tampil modern tanpa kehilangan ruhnya. Dengan kemasan kekinian dan rasa yang tak berkompromi, produk mereka bahkan sudah menembus pasar internasional. Sementara Cokelatin Indonesia mengajak pengunjung menikmati kekayaan kakao Nusantara melalui bubuk cokelat premium, minuman siap saji, dan cokelat olahan tanpa bahan sintetis — sebuah langkah nyata mendukung kesejahteraan petani kakao lokal.

Wastra Nusantara: Dari Batik hingga Fashion Modern
Sektor fesyen dan wastra menjadi sorotan penting dalam pameran ini. Tepa Selira membawa koleksi tunik, kemeja, vest, dan busana formal-kasual berbasis wastra nusantara yang desainnya versatile — cocok dipakai di berbagai kesempatan sekaligus melestarikan kekayaan batik lokal.
Limittes.ID tampil dengan pendekatan modern heritage yang unik: memadukan kain wastra nusantara dengan prinsip zero waste dan upcycle dalam setiap jahitan pakaian, sepatu, tas, dan aksesorisnya. Sebuah bukti bahwa fashion lokal bisa bermakna lebih dari sekadar penampilan.
Generasi muda jadi target utama Sanubari. Brand ini menjahit batik ke dalam jaket, kemeja, dan busana kasual yang segar — mengajak anak muda untuk lebih dekat dan bangga dengan budaya Indonesia tanpa merasa kuno.
Untuk yang mencari perpaduan kerajinan dan kuliner, Oemanka hadir dengan tas, dompet, dan aksesoris kulit berkualitas tinggi, dilengkapi dengan kue dan hidangan Nusantara. Produk yang fungsional sekaligus punya nilai estetika tinggi.

Batik Betawi Bertemu Batik Tulis Warisan Leluhur
Dua brand batik menutup daftar peserta dengan kekuatan budaya yang kuat. Batik Punta mengangkat motif khas Betawi ke dalam kemeja, busana wanita, dan kain batik berdesain modern — menjadikan identitas budaya Jakarta sebagai kebanggaan yang bisa dikenakan sehari-hari.
Sementara Cinta Batik Indonesia menjaga eksistensi batik tulis dan batik lawas yang semakin langka. Kain batik dan busana siap pakai yang mereka hadirkan bukan sekadar produk, melainkan upaya nyata mempertahankan warisan budaya nasional yang diakui dunia.
Menghubungkan UMKM Lokal dengan Pasar Dunia
APCS 2026 bukan sekadar acara kadet. Bagi para pelaku UMKM yang terlibat, ini adalah kesempatan langka untuk berbicara langsung dengan audiens internasional — para delegasi yang membawa pulang kesan tentang Indonesia bukan hanya dari kultur maritimnya, tapi juga dari kualitas dan kreativitas produk lokalnya.
Pameran di Dermaga Kolinlamil membuktikan satu hal: produk UMKM Indonesia sudah siap — baik dari kualitas maupun semangat — untuk berdiri sejajar di panggung dunia.








